BORNEONEWS, Kasongan - Kabut asap di wilayah Kabupaten Katingan termasuk Kasongan sejak beberapa hari terakhir makin bertambah pekat.
Selain berdampak terhadap kesehatan misalnya infeksi saluran pernapasan akut atau Ispa, kabut asap juga mengganggu jarak pandang.
Hingga Jumat, 29 September 2023 hari ini di Kota Kasongan kabut asap sejak pagi hingga siang ini menyelimuti wilayah itu.
Kabut asap ini juga menyebabkan cahaya matahari tidak sepenuhnya bersinar.
Sebab matahari yang bersinar pun tampak terlihat samar-samar alias tidak seterang sebelumnya karena terlindung kabut asap ini.
--page
Terkait kabut asap makin pekat ini, Penjabat (Pj) Bupati Katingan, Saiful menginbau sebagaimana imbauan sebelumnya kepada masyarakat agar selalu berupaya bersama-sama dengan yang lainnya agar jangan sampai membiarkan apalagi menjadi pelaku kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). "Siapa lagi yang bisa menjaga dan merawat hutan dan lahan kita ini, kalau bukan kita," kata Saiful.
Menurutnya jangan sampai warga masyarakat di Katingan menjadi bagian dari orang yang menimbulkan kerusakan karena perilaku menimbulkan kerusakan itu pasti tidak pernah disetujui oleh agama apapun.
"Jadi siapapun yang melakukan pembakaran hutan, tolong agar jangan dilakukan lagi pada musim kemarau ini, sebab fungsi hutan tidak hanya sebagai penyedia oksigen namun juga di dalam hutan dan lahan itu tempat habitat hayati baik tumbuh tunbuhan atau flora dan fauna,".
Sehingga ketika ada orang membakar hutan bisa jadi ia membunuh ribuan fauna , dan yang jelas mematikan flora ataupun tumbuh tumbuhan yang ada di sana.
Untuk itu dirinya berharap agar masyarakat jangan menjadi bagian yang merusak alam.
--page
"Siapa lagi yang kita harapkan menjaga dan memelihara alam kita ini, kalau bukan kita sendiri, gak mungkin orang dari jauh dari eropa sana. Dan alangkah salahnya, berdosanya kita ini kalau sampai kita membiarkan apalagi kalau kita menjadi pelaku Karhutla itu sendiri," tambah Pj Bupati Katingan, Saiful.(ABDUL GOFUR/H)









