BORNEONEWS, Palangka Raya - Kadinkes Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul menjelaskan pengertian antara jenis vitamin larut lemak dan larut air yang sering dikonsumsi dan digunakan oleh masyarakat.
Ia menerangkan, bahwa vitamin larut lemak melimpah pada makanan tinggi lemak. Mengonsumsinya bersamaan dengan lemak agak penyerapannya ke dalam aliran darah bisa lebih maksimal. Contohnya vitamin A, D, E dan K.
"Itu kalau dimakan bisa didapat dari hati ikan, minyak ikan, dan sebagainya. Kalau dimakan bisa disimpan didalam tubuh, namun kalau berlebihan bisa menyebabkan keracunan," ucapnya, Jumat, 29 September 2023.
Ia juga menjelaskan vitamin tidak larut lemak (larut air) dikonsumsi melalui tablet atau suntik jika berlebihan rentan keracunan. Makanya, untuk pemberian oleh pihak medis hanya sekali dalam enam bulan.
"Tapi kalau vitamin lain, seperti C itu larut air. Itu vitamin anda makan hanya butuh sedikit, kecil sekali sebagian besar dikeluarkan melalui air kencing," jelasnya.
--page
Bahkan untuk suntik vitamin langsung dibuang melalui air kencing. Dirinya menganjurkan daripada buang-buang biaya untuk vitamin lebih baik membeli sayur-sayuran atau buah-buahan.
"Buah-buah gak perlu mahal cukup beli limau itu sudah ada vitamin C, kalau beli sekilo misalnya seharga 20 Ribu bisa untuk makan dua sampai tiga hari," tutupnya. (MARINI/H)









