BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng mencatat peningkatan drastis titik hotspot pada bulan September 2023.
Kepala Bidang Darlog BPBPK Kalteng, Alpius Patanan menyampaikan, peningkatan pada bulan September 2023 hampir menyentuh dua kali lipat jika dibandingkan dengan hotspot pada bulan Agustus 2023.
“Hotspot mengalami tren peningkatan pada Mei 2023 sampai dengan September 2023, bahkan bulan September 2023 (sampai dengan 28 September) sudah hampir dua kali lipat dari hotspot tertinggi Agustus 2023,” ungkap Alpius dalam data paparannya saat diskusi ELSAM terkait Karhutla dan kabut asap di Palangka Raya, Jumat, 29 September 2023.
Ia menyampaikan, jika menilik kejadian Karhutla dan luas Karhutla yang ditangani, mengalami peningkatan pada bulan Mei 2023 sampai dengan September 2023.
Sedangkan berdasarkan analisis data series hotspot periode 2016 sampai 2019, hotspot cenderung mengalami peningkatan pada periode Juli sampai dengan November.
--page
“Sehingga dengan adanya peringatan dini kemarau kering dan lebih panjang serta adanya fenomena el nino, maka kewaspadaan tetap harus ditingkatkan setidaknya sampai November 2023,” tegasnya. (HERMAWAN DP/Y)









