Wabah flu singapura menyerang anak-anak di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Anak yang terserarng flu singapura gejalanya seperti flu biasa namun ada ruam atau bintik-bintik merah dan melepuh yang diikuti panas tinggi. 


Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Dokter Suyuti Syamsul mengimbau agar warga Kotawaringin Barat tidak panik dengan serangan flu singapura ini. Pasalnya, virus flu ini tidak jauh berbeda dengan flu biasa. 


“Flu itu hanya varian lain dari flu, dan sebagaimana dengan flu-flu lain, dia akan sembuh sendiri bahkan tanpa pengobatan. Sehingga yang diperlukan itu hanyalah mempertahankan daya tahan tubuh anak agar tetap baik,” kata Suyuti.


Menurut Suyuti, salah satu faktor yang menimbulkan kecemasan orangtua karena flu ini menyebabkan serangan mulut dan bibir berupa bintik merah dan melepuh. Sehingga menyebabkan anak kesulitan makan. Kondisi ini bisa diakali dengan pemberian makanan khusus untuk sementara.


Sebelumnya, enam bocah di Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawa-ringin Barat, Kalimantan Tengah, terserang wabah flu singapura. Serangan virus RNA ini juga dikenal sebagai penyakit kaki, tangan, dan mulut yang ditandai ruam atau bintik-bintik merah dan lepuhan, diikuti panas tinggi.


Serangan penyakit menular itu terdeteksi dalam sepekan terakhir. “Yang terkena ada yang masih balita. Kemarin anak saya pun dibawa ke Rumah Sakit (RS) Kesuma setelah terkena gejala flu si­ngapura sejak Rabu (6/4/2016). Anak yang lain ada yang dibawa ke puskesmas,” kata Udin, warga Jalan Malijo, RT 14, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun. 

(RD/B-8)