BORNEONEWS, Nanga Bulik - Beberapa hari terakhir, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Lamandau. Terakhir, kebakaran terjadi di dekat perusahaan PT Pilar Wana Persada dan persawahan Desa Batu Kotam. Meski demikian, hiingga saat ini, belum ada yang diperiksa polisi atas kejadian tersebut.
“Belum ada yang diperiksa, kami masih fokus melakukan pemadaman dan pencegahan,” ungkap Kapolres Lamandau, AKBP Bronto Budiyono saat dikonfirmasi pada Jumat malam, 29 September 2023.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir, timnya berjibaku menaklukkan api, siang dan malam karena lokasi wilayah yang terbakar cukup luas dan sulit dijangkau.
“Sejak Selasa (26/9) tim melakukan upaya pemadaman api karena titik yang terbakar ada di tiga lokasi. Yakni di Nanga Bulik RT 04 belakang Bank Kalteng, dekat perusahaan PT Pilar dan persawahan Desa Batu Kotam,” ujarnya.
Kondisi terkini, lanjut Hendikel, di lokasi RT 04 Belakang Bank Kalteng, api sepenuhnya sudah padam. Luasan wilayah yang terbakar yakni kurang lebih 3,5 hektare. Yang terbakar adalah semak belukar di atas lahan gambut.
--page
Kemudian, lanjutnya, di lokasi dekat PT Pilar Wana Persada, api belum sepenuhnya bisa dipadamkan. Luasan lahan yang terbakar belum diketahui. Area yang terbakar meliputi semak belukar dan kebun sawit yang merupakan Kebun plasma PT Pilar Wana Persada dengan Koperasi Batu Sagulak.
Begitupula dengan kebakaran area persawahan terbengkalai di Desa Batu Kotam. Kondisi terkini, api belum sepenuhnya padam, dan luasan lahan terbakar belum di ketahui. Adapun areal yang terbakar adalah lahan gambut.
“Pemicu kebakaran masih belum diketahui. Sedangkan tim masih terus melakukan upaya pemadaman, hingga tengah malam, dan ini sudah dua hari belum padam sepenuhnya,” tuturnya.
Hendikel menambahkan, dalam melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan, tim lapangan selain BPBD juga dibantu TNI/Polri, Tagana, Satpol-PP dan Damkar, perusahaan-perusahaan sekitar dan warga.
“Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap api, karena bencana karhutla sedang mengancam kita semua,” pungkasnya.
(HENDI NURFALAH/Y)









