PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Prodi S2 dan S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dari SPs Universitas Sumatera Utara atau USU, Profesor Rahmawaty mengatakan bahwa Indonesia, khususnya Sumatera Utara perlu belajar dari Malaysia terkait eduwisata.

Hal ini disampaikannya usai mengunjungi objek wisata mangrove Taman Rekreasi Paya Bakau, Kampung Sijangkang Selangor, Malaysia pada Kamis, 28 September 2023 lalu.

"Kita perlu ATM di sini, amari, tiru, dan modifikasi untuk pengelolaan mangrove khususnya di Desa Lama dan Desa Palih Kurau yang menjadi mitra PKM internasional USU 2023," kata Prof Rahmawaty dalam rilisnya kepada Borneonews pada Jumat, 29 September 2023.

Prof Rahmawaty menuturkan, kunjungan ke objek wisata mangrove ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM USU bermitra Akademisi Internasional.

"PKM mitra internasional ini bertajuk Pengelolaan Ekowisata Mangrove Menunjang Pendapatan Masyarakat di Desa Lama dan Desa Paluh Kurau Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Maka kita perlu pelajari dari luar untuk belajar pengelolaannya," terangnya.

--page

Tim USU yang terlibat dalam kunjungan ini ialah Prof Dr Rahmawaty, Prof Dr Abdul Rauf, Dr Arif Nuryawan, dan Dr T Alief Atthorick.

Sementara itu, Tim USU didampingi Mitra Luar Negeri terdiri dari Prof Dr Hjh Farida Zuraina Mohd Yusof selaku Dekan Fakulti Sains Gunaan, Universiti Teknologi MARA atau UiTM Shah Alam, Selangor Darul Ehsan Malaysia. Kemudian juga ada Prof Dr Mhd Hasmadi Ismail dari Fakulti Perhutanan dan Alam Sekitar UPM, Prof Dr Nazib Ibrahim, dan Prof Madya Dr Seca Gandaseca dari Faculty Sains Gunaan UiTM Malaysia. (TESTI PRISCILLA/Y)