BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Prodi S2 dan S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dari SPs Universitas Sumatera Utara atau USU, Profesor Rahmawaty mengatakan, keberadaan Eduwisata Mangrove yang ada di Taman Rekreasi Paya Bakau, Kampung Sijangkang Selangor, Malaysia sudah ada sejak tahun 2015 dan dibangun oleh masyarakat.
"Sangat bagus karena masyarakat mengelola hutan mangrovenya secara swadaya. Mereka mulai mengelola sejak 2015," kata Prof Rahmawaty dalam rilisnya kepada Borneonews pada Jumat, 29 September 2023.
Menurut Prof Rahmawaty, kunjungan ke objek wisata mangrove ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM USU bermitra Akademisi Internasional.
"Saat ini telah menjadi kawasan eduwisata mangrove yang banyak dikunjungi mulai dari masyarakat umum, pelajar TK, SD sampai perguruan tinggi karena memang Eduwisata, tempat wisata yang penuh dengan nilai edukasi," tuturnya.
--page
Kegiatan ini, lanjut dia, bertajuk Pengelolaan Ekowisata Mangrove Menunjang Pendapatan Masyarakat di Desa Lama dan Desa Paluh Kurau Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Saat ini banyak perusahaan-perusahaan yang menyalurkan dana CSR mereka ke kawasan eduwisata mangrove ini," tutur Prof Rahmawaty.
Tim USU yang terlibat dalam kunjungan ini ialah Prof Dr Rahmawaty, Prof Dr Abdul Rauf, Dr Arif Nuryawan, dan Dr T Alief Atthorick.
Sementara itu, Tim USU didampingi Mitra Luar Negeri terdiri atas Prof Dr Hjh Farida Zuraina Mohd Yusof selaku Dekan Fakulti Sains Gunaan, Universiti Teknologi MARA atau UiTM Shah Alam, Selangor Darul Ehsan Malaysia. Kemudian juga ada Prof Dr Mhd Hasmadi Ismail dari Fakulti Perhutanan dan Alam Sekitar UPM, Prof Dr Nazib Ibrahim, dan Prof Madya Dr Seca Gandaseca dari Faculty Sains Gunaan UiTM Malaysia. (TESTI PRISCILLA/Y)









