BORNEONEWS - Kapuas: Menurut rencana  besukpagi   Sabtu (16/4/2016)warga Desa Kahuripan Permai dan Tanjung Harapan bakal menerima bantuan dariYayasan Karina dan KWGI (Konverensi Wali Gereja Indonesia)  pusat di Jakarta. Namun belum diketahui bentukbantuannya.

Hal ini disampaikan oleh KadesKahuripan Permai, Gigih ketika dihubungi via telepon, Jumat (15/4/2016)i. "Tahap pertamamemang desa kami yang akan menerima bantuan. Namun selanjutnya, bantuan jugaakan dibagikan ke desa-desa yang lain yang terkena musibah," katanya.

Sebelum-sebelumnya, ungkap Gigihmasyarakat banyak yang datang kepadanya agar bantuan sembako segeradilaksanakan. Pihaknya sangat berharap dengan segera Pemerintah KabupatenKapuas dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas memberi bantuan sembako dan beras. "Sehingga warga kami dapat bertahanhidup untuk sementara," pintaGigih.

Kemudian lanjutnya, terkaitbanjir yang melanda di desanya, gigih memaparkan ketinggian air yang melandadesanya mencapai satu meter lebih. Padahal beberapa hari sebelumnya hanyamencapai 70 cm."Tingginya curah hujan di Kecamatan Dadahup mengakibatnyadebit air semakin meningkat dan ditambah lagi kiriman air pasang dari SungaiSambo DAS Barito," kataGigih.

Dijelaskannya pula, sejakterjadinya banjir, masyarakat tak mau meninggalkan rumah. Mereka tetap bertahan sampai banjir benar-benarsurut. "Kita sudah menyarankan kepada masyarakat agar mereka harusmengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Namun warga tak mau dan tetap bertahandi rumah, dengan alasan menjaga barang-barang di rumah mereka," ungkapGigih

Sementara itu Pemkab Kapuasmelalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berencana menyumbang 200 dosmie isntan bagi korban banjir di dua kecamatan yakni Kecamatan Dadahup danKecamatan Kapuas Murung. Bantuan rencananya diserahkan Sabtu (16/4/2016).

Kasi Rehabilitasi BPBD KapuasPanderli yang ditemui mengatakan pihaknya berusaha secepatnya menyerahkanbantuan. Bantuan dalam waktu dekat adalah berupa mie instan yang merupakanbantuan awal dan selanjutnya secara bertahap akan diserahkan lagi bantuan yang lain,seperti beras dan sembako. "Kami juga nanti akan membawa tenda berukuran12 X 6 meter untuk mendirikan posko di pengungsian, tepatnya di Desa BentokJaya atau A-5, Kecamatan Dadahup," jelasdia.

Menurut Panderli, posko sengajadidirikan untuk mengantisipasi kalau ada warga korban banjir yang mau mengungsidi tenda."Kami nanti akan berangkat ke lokasi banjir dengan membawa perahukaret dan speedboat karet. Perahu ini bisa digunakan untuk transportasi membawabantuan ke rumah- rumah penduduk,"  katanya.  (sri/*)