BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Menteri Kementerian (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK ) Alue Dohong mengatakan asap akibat Karhutla ini makin pekat pada malam sampai pagi hari dan terasa perih di mata. Bahkan sudah mulai mengganggu aktifitas masyarakat terutama transportasi udara dan darat.
Ia mengutarakan, saat kabut asap terjadi mengakibatkan jadwal penerbangan mengalami kendala. Karena jarak pandang yang menggangu, tidak bisa dilanjutkan pendaratan demi keselamatan.
"Kabut asap pesawat sulit mendarat. Apalagi saat masif sekali kabut asapnya maka pesawat tidak bisa turun," ucapnya, Sabtu, 30 September 2023.
Tidak hanya itu saja, bahkan didalam transportasi darat ancaman api Karhutla juga fatal. Panas api mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan.
Dirinya pun menyarankan agar segera dilakukan penanganan kebakaran Karhutla ini untuk tidak meluas.
"Ganguan strategis nasional jalan trans Kalimantan api memakan dibawah jalan maka itu jalan bisa ambruk terputus. Bayangkan dampak transportasinya bagaimana," jelasnya.
--page
Dirinya menambahkan, kebakaran dilahan gambut yang sangat dalam sulit diatasi meskipun tampaknya sudah padam di permukaan, belum tentu benar-benar padam dibagian dalam. (MARINI/R)









