Pembalap jet darat Forumula One (F1) asal Indonesia, Rio Haryanto, mendapat harapan baru. Ia diyakini bisa mendapatkan posisi start yang lebih baik saat berlomba di Grand Prix (GP) Tiongkok, Sirkuit Internasional Shanghai, Minggu (17/4/2016). 


Keyakinan itu diutarakan manajer Rio, Piers Hunnisett. Pasalnya, pembalap asal Surakarta, Jawa Tengah, itu dapat melewati dua sesi latihan bebas di Shanghai dengan membuat catatan waktu yang semakin baik, Jumat (15/4/2016).


Pada sesi pertama, pembalap 23 tahun itu mampu mencatatkan waktu 1 menit 41,614 detik dari 20 putaran. Ia menajamkan catatan waktunya pada sesi kedua dengan catatan 1 menit 40,550 detik. 


Namun, Rio harus puas hanya berada di posisi 19 pada sesi kedua. Meski demikian, Hunnisett mengatakan, hasil yang dicapai Rio pada dua sesi latihan bebas itu sudah baik.


“Semua berjalan lancar, karena kami menggunakan beberapa setelan yang berbeda dengan mobil MRT05 dan hasilnya ternyata tidak terlalu buruk,” kata Hunnisett, pria asal Inggris dan mantan manajer pembalap F1 asal India, Naraian Karthikeyan, usai sesi latihan bebas kedua.


Ban superlunak


Dari dua sesi latihan bebas itu pun, lanjut Hunnisett, Rio belum sekalipun menggunakan ban superlunak. Rencananya, pada sesi latihan ketiga dan kualifikasi baru akan menggunakannya.


‘’Hasilnya pasti berbeda. Ban superlunak sangat cocok untuk mendapatkan waktu tercepat. Saya berharap, Rio bisa lolos kualifikasi di posisi 16 atau 17,” kata Hunnisett.


Rio sendiri memanfaatkan sesi latihan GP Tiongkok untuk mempersiapkan diri dengan membuat pilihan penggunaan ban yang tepat. ‘’Kondisi cuaca di Shanghai juga bisa membantu saya mendapatkan posisi yang lebih baik saat lomba,” katanya. 


Musim balap FI 2016 merupakan debut bagi Rio. Pada penampilan pertamanya di GP Australia, 20 Maret, Rio tersingkir dari arena balapan karena gangguan teknis pada mobilnya. Kemudian pada GP Bahrain, meski tidak meraih poin, Rio dapat mencapai garis finish pada posisi 17. 

(MI/B-1)