PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berkembangnya Sektor Jasa Keuangan saat ini merupakan salah satu bukti bertumbuhnya perekonomian Indonesia.

Meski demikian Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa perkembangan ini seiring berkembangnya juga produk berbagai modus investasi bodong, dan kejahatan di dunia digital.

"Perkembangan perekonomian ini sejalan dengan modus investasi bodong," kata Otto dalam rilisnya pada Sabtu, 30 September 2023.

Berdasarkan data Survey Nasional Literasi Inklusi Keuangan 2022, kata Otto, di Kalimantan Tengah Wilayah Pedesaan memiliki tingkat literasi keuangan sebesar 27,98 persen dengan tingkat inklusi sebesar 82,11 persen. "Sehingga terdapat Gap sebesar 54,13 persen," tutur Otto.

Hal tersebut menurut Otto mengindikasikan banyak masyarakat yang menggunakan produk keuangan tanpa memahami produk tersebut, sehingga rentan terjebak modus-modus investasi ilegal dan kejahatan digital.

Oleh karena itu diperlukan training of trainers kepada Camat, Lurah, dan Kepala Desa untuk meningkatkan kompetensi dan literasi keuangan, sehingga meminimalisasi  penyebaran dari modus-modus tersebut di wilayah terpencil seperti yang diadakan di Kabupaten Lamandau baru-baru ini. (TESTI PRISCILLA/R)