PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama beberapa waktu terakhir, kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kabupaten lainnya, masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi itu disebabkan adanya kabut asap yang bersumber dari kebakaran lahan gambut.

Selain polusi udara, kabut asap itu juga menimbulkan bau menyengat disertai abu. Wakil Menteri Kementerian (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK ) Alue Dohong, membenarkan hal tersebut dan mengatakan bahwa ISPUNet milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tingkat PM (particulate matter) 2.5 berbahaya.

"Dampak kesehatan asap karena ini ada konsentrasi partikulat PM 2,5 yaitu abu gambut dari organik yang terbakar terbawa naik," ucapnya, Sabtu, 30 September 2023.

Ia menambahkan, kebakaran hutan cenderung menghasilkan partikulat halus dalam jumlah besar yang dikenal sebagai PM2.5. Bahkan partikel nano yang lebih halus, yang diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. 

Ia menjelaskan, jal ini terutama disebabkan karena partikel-partikel dapat menembus selaput paru-paru ketika dihirup, sehingga merusak sistem pernapasan dan masuk ke aliran darah. 

"Partikulat itulah yang naik keatas berupa kabut asap. Dan itu sangat berbahaya bagi kesehatan," tandasnya. (MARINI/R)