BORNEONEWS, Palangka Raya - Adanya Kebakaran hutan dan lahan sehingga menimbulkan asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya, ada opsi untuk dilaksanakan hujan buatan.
Menyikapi hal itu, Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu mengatakan bahwa Pemko tidak dapat membuat keputusan sepihak. Karena memiliki kewenangan yang terbatas, terutama untuk pengadaan hujan buatan.
"Untuk membuat hujan buatan, Pemerintah Kota Palangkaraya harus berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, karena kewenangan Pemerintah Kota terbatas," ucapnya, Jumat, 29 September 2023.
Dalam pelaksanaan hujan buatan harus ada ahli khusus yang menanganinya. Ia memberitahukan, hujan buatan, dibutuhkan awan dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan angin yang bergerak perlahan.
Untuk menciptakan kondisi itu maka dengan cara menaburkan partikel halus seperti garam ke dalam awan guna merangsang timbulnya uap air.
Dia berharap semoga saja Kota Palangka Raya segera turun hujan untuk menstabilkan kondisi cuaca, supaya api yang masih menyala dilahan bisa padam dan kabut asap yang menyelimuti Koya Cantik Palangka Raya sudah mereda.
Untuk hujan buatan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak lainnya yang memiliki kewenangan dalam hal tersebut.
--page
"Hujan buatan ini ada ahlinya khususnya. Dalam kesempatan ini kita juga akan bahas dan kita juga berharap ada intervensi untuk cuaca," tandasnya. (MARINI/R)









