BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng Siswandi mengatakan penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dapat merusak ekosistem makhluk hidup yang ada di dalamnya musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan.
Kerusakan lingkungan yang terjadi, mengakibatkan hilangnya habitat asli satwa liar. Ia juga mengatakan bukan hanya kehilangan tempat tinggal, bahkan makhluk hidup yg ada di dalam hutan tersebut dapat mati apabila ia tidak bisa melarikan diri atau menyelamatkan diri.
"Jika satwa atau tanaman yg terdapat di dalam hutan tersebut langka, maka mereka juga dapat punah," ucapnya, Sabtu, 30 September 2023.
Tidak hanya ekosistem yang dirugikan, dirinya juga menyampaikan dampak Karhutla bisa mengakibatkan asap yang ditimbulkan sehingga dapat menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Penyakit Jantung serta iritasi pada mata, tenggorokan dan hidung. Dan ganguan kesehatan lainnya.
Bahkan fatalnya lagi kabut asap dari kebakaran hutan juga dapat mengganggu bidang transportasi, khususnya transportasi penerbangan.
Ia mencontohkan beberapa hari yang lalu ada delay pesawat yang tidak bisa landing ke Kota Palangka Raya.
--page
"Karhutla ini merugikan ekosistem makhluk hidup, kesehatan, bahkan transportasi. Untuk itu perlu upaya bersama dalam pencegahan dan penanganannya," tandasnya. (MARINI/R)









