BORNEONEWS, Palangka -  Tidak semua perusahaan perkebunan di Kotawaringin Timur dan Seruyan mau membayar dana pembangunan ruas Jalan Sampit-Bagendang.


"Alasannya karena tidak semuanya yang menggunakan jalan tersebut. Jadi mereka tidak mau bayar," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Rawing Rambang, Sabtu (16/4/2016).


Pembangunan ruas jalan Sampit-Bagendang telah direncanakan sejak dua tahun lalu. Jalan sepanjang 8,57 kilometer itu akan dibangun menggunakan sistem rigid pavement atau cor beton. 


Anggarannya diperkirakan mencapai Rp83 miliar lebih. Pemerintah Provinsi Kalteng yang memiliki berkewajiban membangun ruas jalan rigid pavement sepanjang 6,3 kilometer dengan biaya Rp41,56 miliar telah melaksanakan kewajibannya. Begitu pula dengan Pemerintah Kabupaten Kotim yang berkewajiban membangun jalan sepanjang 1,102 kilometer dengan biaya Rp8,3 miliar.


Hal sama telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Seruyan yang memiliki kewajiban membangun jalan itu sepanjang 0.544 kilometer dengan biaya Rp4,159 miliar.


Sementara pihak konsorsium yang berkewajiban membangun ruas jalan sepanjang 3,931 kilometer dengan biaya sekitar Rp29,116 miliar masih menyisakan sekitar 300 meter.


Rawing menegaskan, ada sanksi bagi pihak perusahaan yang tidak berkontribusi untuk peningkatan dan pembangunan ruas jalan Sampit-Bagendang tersebut.


"Kalau mereka (perusahaan) belum berkontribusi, maka pelayanan mengenai perizinan akan ditunda,"  pungkas Rawing.


Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalteng Leonard S Ampung meminta pihak konsorsium yang dikoordinir PT Pelindo III untuk segera memenuhi kewajibannya dalampembangunan ruas jalan Sampit-Bagendang.


"Masih ada 300 meter ruas jalan yang belum dikerjaan. Itu kewajiban pihak konsorsium," kata Leonard. 


Permintaan ini, kata Leo, sangat wajar. Mengingat pengerjaan ruas jalan di wilayah Sampit-Bagendang dilakukan setelah ada kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan dan pihak perusahaan yang tergabung dalam konsorsium. (TESTI PRISCILLA/m)