BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pekan pertama sebagai Pejabat (Pj) Bupati Lamandau, Lilis Suriani langsung meminta instansi terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau untuk segera melakukan koordinasi terkait optimalisasi upaya penurunan kasus stunting di daerah setempat.
“Upaya penurunan stunting merupakan atensi langsung dari pemerintah pusat dan provinsi. Saya ingin memastikan setiap program yang dijalankan sudah sesuai dengan harapan,” ungkap Lilis di Nanga Bulik, Minggu, 1 Oktober 2023.
Salah satu upaya yang harus dilakukan, kata dia, adalah melaksanakan audit stunting untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya stunting di wilayah Kabupaten Lamandau. Selain itu, diperlukan penguatan sinergi dan kolaborasi antar lintas sektor, baik pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.
Dikatakan Lilis, pihaknya akan terus berupaya menurunkan angka stunting sebagai usaha mempercepat penurunan penyakit gagal tumbuh pada anak. Pemerintah pusat telah menerbitkan perpres terkait hal tersebut sebagai payung hukum bagi strategi nasional (stranas) yang telah dicanangkan dan dilaksanakan sejak tahun 2018.
Lilis juga berharap, pencanangan dan komitmen bersama Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Kabupaten Lamandau bisa menjadi salah satu upaya menekan stunting atau gangguan pertumbuhan. BAAS adalah program yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda untuk menjadi bapak asuh bagi anak-anak yang mengalami stunting.
--page
“Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan moral, sosial, dan ekonomi bagi anak-anak tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” bebernya.
Sementara, Program Gerakan Rumah Pencegahan dan Pemulihan Stunting (GRPPS) sesuai surat keputusan Bupati Lamandau nomor 188.45/120/IV/HUK/2022 tentang penetapan Desa/Kelurahan Lokasi Prioritas Penurunan Stunting di Kabupaten Lamandau yang digagas Bupati Hendra Lesmana patut digaungkan kembali.
“Program GRPPS ini harus digencarkan dan digaungkan kembali. Tujuannya untuk memberikan pelayanan kesehatan, gizi, sanitasi, dan pendidikan bagi keluarga yang memiliki anak stunting,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/J)









