BORNEONEWS-Kapuas: Musibah banjir yang melandasejumlah desa eks PLG di Kecamatan Kapuas Murung, Dadahup dan Mantangaimendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Bahkan Bupati Kapuas Ben Brahim S BahatJum’at (15/4/2016) siang dengan menggunakantiga buah speedboat bersama KadisNakersos, Kepala BPBD, mewakili Kadis PU, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikanmendatangi langsung lokasi banjir.
Tambak Bajai sebagai sasaran pertamakunjungan, dimana Ben Brahim yang menggunakan perahu kecil temui warganya danmeminta agar bersabar menunggu bahan makanan siap saji yang memerlukan waktuuntuk sampai ke lokasi.Sebab Desa ini sudah merupakan langganan banjir setiaptahun akibat meluapnya sungai Barito.
“Kami sudah biasa pak dengan banjir sepertiini dan tetap bertahan dalam rumah dengan cara membuat panggung agar terhindardari banjir. Harapan kami ke depan adanya kebijakan pemerintahmembuatkan rumah-rumah lanting dan perahu untuk tempat dan media evakuasi jikaterjadi banjir. Stok pangan di sini cukup, karena banjir kirimanyang kami alami tiap tahun dan kami sudah mengatisipasinya” ucap Ardo wargaTambak Bajai
Namun berbeda dengan warga transmigrasi didesa A5,A6,A7,B3 dan B4 yang didatangi Bupati dan rombongan, mereka telah mengungsike tanggul-tanggul yang lebih tinggi dan telah mendiami tenda-tenda yangdidirikan oleh BPBD dan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Kapuas.
“Saya pada tanggal 8 April lalu telahmengeluarkan Surat Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dalamwilayah Kabupaten Kapuas. dengan adanya penetapan ini seluruh Kepala SKPDterkait segera menangani warga yang mengalami musibah banjir secara tuntas” kata Ben di hadapan sejumlah Kadis yang menyertai kunjungan. (


