BORNEONEWS, Sampit - Jarak pandang di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hanya 10 meter pada, Senin, 2 Oktober 2023. Kondisi tersebut tak hanya menimbulkan bahaya di darat, namun juga membahayakan penerbangan.
"Kondisi cuaca di Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin, 2 Oktober 2023, pukul 06.00 WIB jarak pandang 10 meter, dampak kabut asap. Dengan suhu 21,4 derajat dan kelembaban 99 persen," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Deby Cindi.
Lanjutnya, untuk di wilayah Bandara H Asan Sampit jarak pandang minimal 3 kilometer untuk keamanan penerbangan pesawat komersil, dan 1,5 kilometer untuk helikopter.
"Kondisi saat ini tidak aman untuk penerbangan baik komersil maupun heli, karena hanya berjarak 10 meter saja," ujar deby.
Kondisi kabut asap tersebut saat ini dikeluhkan warga sampit. Nampak di kawasan Terowongan Nur Mentaya kabut asap tebal terpantau sejak subuh. Kendaraan melintas pun lenyap di tengah kabut asap.
--page
"Seperti berada di dunia lain. Kendaraan hilang karena jarak pandang terbatas," kata Tami, salah satu warga yang beraktivitas di Terowongan Nur Mentaya.
Hal serupa dikeluhkan warga yang melintas di seluruh jalan protokol kota di Sampit seperti Jalan Pramuka, Jalan Kapten Mulyono, Jalan HM Arsyad, Jalan A Yani dan lainnya.
"Di depan Kompi sampai lampu merah Tjilik Riwut dan Jalan Pramuka kabut asap tebal. Saat ini posisi saya di kantor Pemda juga diselimuti kabut asap," kata Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Rihel saat berkendara menuju kantor Pemda.
Sementara itu, saat dihubungi borneonews.co.id, belum ada konfirmasi dari pihak Bandara H Asan Sampit terkait kondisi penerbangan terkini akibat kabut asap. (DEWI PATMALASARI/H)









