BORNEONEWS, Palangka Raha - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS kembali menyelenggarakan Program Grant Riset Sawit Tahun 2023. Sebanyak 26 judul penelitian dari 26 Lembaga Litbang dinyatakan lolos seleksi untuk melakukan penelitian dengan didanai oleh BPDPKS.
"Kegiatan ini dibuat untuk memberikan dukungan dana penelitian yang fokus risetnya bagi pengembangan sawit dari hulu hingga hilir," kata Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman dalam rilisnya pada Senin, 2 Oktober 2023.
BPDPKS menurutny berkomitmen untuk terus memberikan dukungan pendanan riset dalam rangka mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit nasional sesuai dengan tugas yang diberikan berdasarkan Peraturan Presiden No 61 Tahun 2015 juncto Perpres No. 66 Tahun 2018.
Setelah melewati proses seleksi, kata Eddy, pada kesempatan ini, akan ditandatangani sebanyak 42 perjanjian kerja sama baru, ditambah 1 nota kesepahaman dengan Kementerian Perindustrian, sama seperti nota kesepahaman yang dilakukan bersama BRIN pada tahun yang lalu.
"Dari total kerja sama tersebut, melibatkan 26 Lembaga Litbang yang berasal dari perguruan tinggi negeri, swasta dan Kementerian/Lembaga pemerintah," katanya lagi.
--page
Persaingan tahun ini menurut Eddy sangat sengit. Pada awal pendaftaran pada bulan Februari 2023 Lalu terdapat 779 proposal yang diterima oleh BPDPKS. Dari jumlah tersebut terdapat 62 proposal yang lolos seleksi substansi oleh Komite Litbang BPDPKS, hingga pada tahap akhir terpilih 26 proposal yang akan didanai.
"Total dana yang disetujui untuk kegiatan penelitian baru ini adalah sekitar Rp90 Milyar dengan pendanaan multiyear sampai dengan 3 tahun," tutur Eddy lagi memberikan apresiasi kepada Lembaga yang hadir pada acara seremoni tersebut. (TESTI PRISCILLA/H)









