BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data dari Tim Satuan Tugas Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kota Palangka Raya periode Januari hingga Oktober tercatat ada 435 kali kejadian Karhutla di Kota Palangka Raya.
Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya Alman Parluhutan Pakpahan menyampaikan, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 231 kali, Sebangau 139 kali, Pahandut 60 kali, Bukit Batu 5 kali dan Kecamatan Rakumpit nol kejadian.
Dari kejadian tersebut setidaknya, hutan dan lahan di Kota Palangka Raya yang terdampak seluas 301,42 Hektare yang menyebabkan kualitas udara di Kota Palangka Raya dalam kondisi sangat tidak sehat.
"Hingga hari ini tim gabungan Satgas Karhutla di Kota Palangka Raya terus berupaya melakukan pemadaman Karhutla mulai pagi hari setelah apel, hingga malam hari," katanya, Senin, 2 Oktober 2023.
Sambungnya, upaya pemadaman Karhutla yang dilakukan Satgas Karhutla ini adalah agar langit di Kota Palangka Raya bisa biru seperti sedia kala, selain pemadaman. Upaya pembagian masker dan edukasi setop Karhutla terus dilakukan.
"Status Karhutla di Kota Palangka Raya ini tanggap darurat, yang berarti tidak hanya pemerintah saja, akan tetapi semua pihak termasuk masyarakat juga harus berpartisipasi mencegah terjadinya Karhutla," pungkasnya. (PATHUR/R)









