BORNEONEWS – Sampit: Meroketnya harga sapi perekornya di Pulau Madura, rupanyaberpengaruh besar terhadap harga jual daging sapi di Kota Sampit, KabupatenKotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa bulan terakhir.
Dimana harga daging sapi saat ini masih di Rp130 ribu.Harga tersebut sangatlah tinggi dibanding empat bulan sebelumnya, yang manahanya mencapai Rp100 ribu hingga Rp110 ribu.
Hal tersebut disampaikan Pansayah (35) penjual dagingsapi di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Tingginya harga daging tersebutakibat minimnya pasokan sapi dari Pulau Madura, dan tingginya harga hewan tersebut didaerah itu. Apalagi saat ini, kebanyakan pedagang di daerah ini banyakmendapatkan pasokan dari daerah penghasil garam tersebut.
“Sangat berpengaruh naiknya harga sapi di Madura,karena selama ini sapi banyak dipasok dari sana,” ujar Pansyah, Minggu(17/4/2016).
Saat ini pasokan sapi hanya didatangkan dari Sulawesisaja, sehingga hal itulah yang menjadikan harga di daerah ini tetap tinggi.
Tingginya harga daging tersebut rupanya sangatberpengaruh terhadap penjualan para pedagang. Dimana saat ini para pedagangdalam seharinya terkadang hanya bisa menjual sebanyak 30 Kg hingga palingbanyak 70 Kg. Padahal pada saat harga normal dalam seharinya bisa mencapai 100Kg.
“Penjualan sangat menurun, bahkan banyak dari teman-temanseperjuangannya yang berhenti menjual daging sapi akibat hal tersebut,” lanjutpria yang sudah berjualan sejak 2002 silam ini.
Hal yang sama diungkapkan Sani (28) penjual dagingsapi lainnya. Diamengatakan bahwa penjualan daging saat ini sangatlah menurun drastis dibandingdua hingga tiga tahun lalu. Dulunya untuk mencari untung Rp2 juta hingga Rp3juta dalam sehari tidaklah sulit. Tetapi untuk saat ini sangatlah jauh berbeda.
“Kalau sekarang, untuk bertahan berjualan daging sajasudah syukur. Untukmendapatkan untung besar, sangatlah tidak mudah,” ucap Sani. (mh/*)








