BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelontorkan anggaran Rp650 miliar untuk pembukaan infrastruktur jalan di Seberang Sungai Mentaya. Jalan ini meliput dua kecamatan, yakni Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut.
“Kita anggarkan Rp650 miliar untuk perbaikan jalan seberang,” kata Bupati Kotim Supian Hadi, Minggu (17/4/2016).
Pembukaan jalan penghubung di seberang Sungai Mentaya itu direncanakan sistem tahun jamak atau multiyear. Sesuai rencana program pemerintah, pembukaan jalan itu mulai dari Jembatan Penyeberang di Cempaga Mulia Kecamatan Cempaga tembus hingga ke Kecamatan Pulau Hanaut perbatasan dengan Kabupaten Katingan.
Seperti diketahui, Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut masuk dalam daftar kecamatan yang terisolasi karena minimnya akses untuk dapat menuuju kedua kecamatan tersebut.
Selama ini untuk menjangkau dua kecamatan itu warga harus menggunakan transportasi air, karena jalan satu-satunya menuju kecamatan itu hanya bisa apabila menggunakan transportasi air tradisional seperti kelotok. Meski jembatan Cempaga diresmikan, namun belum bisa dilalui karena belum ada jalan tembus penghubung antardesa yang dibangun pemerintah.
Supian Hadi mengatakan, dengan dibukanya infrastruktur jalan yang memadai dari Cempaga Mulia sebagai jalan penghubung antara dua kecamatan tersebut maka warga yang berdomisili di seberang Sungai Mentaya itu pun dapat menikmati fasilitas transportasi darat. Upaya ini juga dinilai untuk membuka keterisolasiandi wilayah itu.
Aktivitas arus transportasi akan lebih mudah, selain itu juga diprediksi akan menimbulkan dunia usaha baru yang berpengaruh terhadap peningkatan pembangunan terhadap dua kecamatan tersebut.
Selain pembukaan infrastruktur jalan penghubung antarwilayah di seberang Sungai Mentaya, pemerintah juga mengupayakan pembangunan jembatan Mentaya dengan anggaran sekitar Rp1 triliun.
Ditargetkan pembangunan Jembatan Mentaya Sampit akan mulai dilaksanakan pada 2016 dan selesainya ditargetkan pada 2020. Proyek itu dilakukan secara bertahap sehingga butuh waktu agak lama dan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Untuk percepatan pembangunan jembatan agar selesai tepat waktu, Pemerintah Kotim saat ini sedang berupaya mencari bantuan anggaran dari pemerintah Provinsi Kalteng dan pusat. (RAFIUDIN/m)


