PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Film Petualangan Sherina 2 dinilai sebagai salah satu langkah untuk mempromosikan keindahan alam Kalteng.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari yang berharap melalui film tersebut masyarakat Indonesia hingga mancanegara bisa lebih mengenal bagaimana alam Kalteng.

“Ini salah satu merupakan upaya untuk mempromosikan Kalimantan Tengah di mata dunia. Kita patut berbangga akan hal ini,” ungkapnya, Minggu malam, 1 Oktober 2023.

Sebagai informasi, pengambilan gambar petualangan Sherina 2 dilakukan di dua kota yakni Jakarta dan Kalteng. Kalteng sendiri, proses syuting dijalani di sebuah hutan kawasan Palangka Raya.

Selain itu juga, di kawasan Jembatan Kahayan Palangka Raya, Kantor Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Palangka Raya, Desa Tumbang Manggu Katingan dan Desa Tumbang Kaman Katingan.

--page

Film ini mengisahkan perjalanan Sherina dan Sadam, sebagai lanjutan film pertamanya tayang 23 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2000.

Sherina yang sudah dewasa kini bekerja sebagai seorang jurnalis dari NEX TV. Ia disebut-sebut sebagai jurnalis terbaik media tersebut.

Ia sudah menyusun rencana peliputan bersama kameramennya, Aryo untuk berangkat ke World Economic Forum yang digelar di Swiss.

Namun, impiannya tidak berjalan sesuai rencana yang telah disusun. Alih-alih ke Swiss, Sherina malah diminta oleh bosnya berangkat liputan ke Kalimantan untuk meliput konservasi orangutan.

Mau tidak mau, Sherina pun menuruti permintaan bosnya itu. Ia dan Aryo akhirnya terbang ke Kalimantan.

Setibanya di sana, Sherina tidak menyangka malah bertemu dengan sahabat lamanya, Sadam yang diperankan Derby Romero. Kedua sahabat itu sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan berkomunikasi.

Sadam ternyata kini memimpin organisasi konservasi orangutan di Kalimantan. Ia pun menyambut baik Sherina yang ingin meliput soal pelepasliaran orangutan di sana.

Kegiatan melepas kembali orangutan ke alam liar itu menemui hambatan ketika anak orang utan yang bernama Sayu itu dicuri oleh komplotan penjahat yang dipimpin oleh Dedi.

Dedi menjalani misi itu berdasarkan suruhan pasangan suami istri bernama Syailendra dan Ratih yang dijaga oleh bodyguard-nya, Pingkan. Syailendra dan Ratih memiliki ambisi untuk mengoleksi satwa-satwa liar yang hanya dijadikan pajangan di rumah dan menjadi bahan pamer kepada teman-temannya.

Sherina pun menyeret Sadam untuk mengejar Dedi dan komplotannya dan menyelamatkan Sayu agar bisa kembali ke pelukan ibunya.

Di tengah petualangannya, Sherina dan Sadam mengenang kembali masa-masa persahabatan mereka saat masih kecil hingga remaja. Mereka pun mencari tahu alasan di balik keduanya sempat terpisah selama bertahun-tahun. (HERMAWAN DP/Y)