BORNEONEWS, Palangka Raya - Masih belum maksimalnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng menjadi sorotan sejumlah kalangan termasuk anggota DPRD Kalteng salah satunya Yohannes Freddy Ering.
Ketua Komisi I DPRD Kalteng ini mengatakan dalam penanganan karhutla seharusnya perlu perencanaan matang dari jauh-jauh hari terutama dari segi mitigasi bencana tersebut dengan menyediakan sarana penunjang.
"Sarana penunjang dimaksud itu yakni sumur bor dilokasi rawan bencana karhutla. Itu seharusnya tersedia disetiap titik, sehingga dalam menangani karhutla dapat maksimal," katanya, Selasa, 3 Oktober 2023.
Sulitnya mencari sumber air untuk memadamkan karhutla dititik-tik rawan kerap menjadi kendala petugas di lapangan. Sebab, keberadaan sumur bor yang terbatas dan ada yang tidak berfungsi bahkan tidak ada sama sekali.
"Ini yang perlu menjadi perhatian oleh pemda baik provinsi, kabupaten dan kota melalui instansi terkait. Karena kurangnya keberadaan sumur bor atau tidak berfungsi pastinya dapat menghambat upaya memadamkan api oleh pertugas," ujarnya.
Selain itu, ketika sumur bor telah dibuat maka perlu upaya untuk merawat dan memperhatikan sarana penunjang penanganan karhutla tersebut, sehingga dengan perawatan yang dilakukan sarana itu bisa berfungsi.
"Jadi, ketika pada musim kemarau semuanya sudah siap siaga, terutama sarana penunjang berupa sumur bor ini. Perawatan penting untuk mengantisipasi sumur bor itu tidak berfungsi dikemudian hari," tuturnya.
--page
Dirinya berharap, persoalan ini supaya dapat menjadi bahan evaluasi kedepannya. Pemda harus bisa memastikan bahwa semua sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang penanganan karhutla berfungsi dengan baik. (DONNY D/R)









