KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) gelar pendidikan dan pelatihan SDM kesenian tradisional, serta bimtek pemandu wisata dan pengelola kebudayaan (juru pelihara situs budaya) se-Kabupaten Gunung Mas.

Kegiatan tersebt dilaksanakan di GPU Damang Batu Kota Kuala Kurun selama dua hari yakni 3-4 Oktober 2023.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Disbudpar Gunung Mas untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang seni, budaya dan pariwisata khususnya kepada pengurus pelatih sanggar seni, pengurus desa wisata, pokdarwis serta juru pelihara situs budaya," ujar Kepala Disbudpar Gunung Mas Hansli Gonak, Selasa, 3 Oktober 2023.

Selain itu kegiatan ini juga dilakukan untuk membuka wawasan dan peningkatan pengetahuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing.

Kemudian untuk memecah permasalahan yang ada di lapangan ketika melaksanakan tugas, lalu mensosialisasikan Perda Nomor 1 tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Gunung Mas dan Perda Nomor 6 tahun 2022 tentang kearifan lokal dan kebudayaan daerah.

Dalam kegiatan hari ini melibatkan ketua sanggar pelatih tari, dan pelatih musik dari 37 sanggar, 3 desa wisata, 4 kelompok sadar wisata (pokdarwis), 13 pengelola kebudayaan yang terdata di Kabupaten Gunung Mas.

Rincian pesertanya kata Hansli Gonak yakni 70 orang pelaku seni, 35 pengelola destinasi dan 15 orang pengelola kebudayaan atau juru pelihara sehinggal totalnya ada 120 orang peserta.

--page

"Dengan kegiatan ini, Disbudpar Gunung Mas menerapkan smart human resources pada pelaksanaan pembangunan kebudayaan daerah sehingga menghasilkan SDM kebudayaan yang berdaya saing dan kompeten pada bidangnya dengan memberikan materi tentang juru pelihara dalam upaya pelestarian cagar budaya," tukasnya. (RISKA YULYANA/R)