BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pejabat (Pj) Bupati Lamandau Lilis Suriani meninjau dua lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Batu Batanggui (belakang Kantor DPMPTSP) dan di Desa Batu Kotam. Dalam kegiatan itu, Ia turut memadamkan api di lokasi kebakaran.
Lilis menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan tersebut merupakan musibah bagi semua. Untuk itu Ia mengajak semua pihak bahu membahu bekerja dengan ikhlas dalam upaya memadamkan api, serta mengimbau kepada seluruh masyarakat agar sama-sama berdoa agar musibah Karhutla cepat berlalu.
Pj Bupati dalam kunjungannya ke lokasi karhutla ikut memberikan motivasi kepada petugas gabungan dari BPBD bersama Tagana, TNI, Polri, Satpoldam serta relawan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mereka yang telah berjuang memadamkan api di lokasi kebakaran hutan dan lahan.
“Tetap semangat, jaga kesehatan supaya kita terus bisa berupaya membantu memadamkan kebakaran lahan ini,” ucap Lilis di Nanga Bulik, Selasa, 3 Oktober 2023.
Lilis juga menghimbau kepada masyarakat di daerah setempat agar tidak membakar hutan dan lahan, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Pun demikian menghindari tindakan yang berpotensi membuat kebakaran semakin meluas.
“Apabila melihat kebakaran hutan dan lahan, agar segera melapor ke pihak terkait, seperti BPBD, TNI/Polri, maupun Tagana. Kita bersama dan bersinergi minimalisir karhutla dan menjaga lingkungan kita dari asap karhutla,” ajaknya.
Sementara Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel mengatakan, selain meninjau lokasi kebakaran, Pj Bupati juga berpesan agar pihaknya segera menginventarisir perusahaan-perusahaan yang memiliki sarana dan prasarana memadai supaya terlibat membantu dalam mengatasi karhutla.
--page
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG telah mengingatkan bahwa awal musim hujan di Kabupaten Lamandau tahun ini diprakirakan mundur dari rata-rata awal musim hujan yang biasanya jatuh pada dasarian I (10 hari pertama) bulan Oktober.
“Dengan kondisi cuaca seperti saat ini, menyebabkan tanah atau lahan menjadi kering dan mudah memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu kami mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi karhutla serta lebih bijak dalam membuka lahan,” imbaunya. (HENDI NURFALAH/R)









