ANGGOTA Komisi II DPRD Kotawaringin Timur Otjim Supriatna, mengatakan daerah ini berpeluang dan mampu untuk mencapai target swasembada daging sapi. Salah satu yang terpenting dalam mencapai target ini yakni koordinasi antar instansi terkait pemangku kepentingan di daerah.
“Kotim mempunyai ratusan hektare lahan perkebunan kelapa sawit. Setiap hektare yang sudah berproduksi bisa menjadi sumber pakan untuk dua ekor sapi,” kata dia, Minggu (17/4/2016).
Hal itu dikatakan Otjim menanggapi masih jauhnya target swasembada daging seperti dikemukakan Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) setempat.
Menurut Otjim selain potensi integrasi sapi-sawit, hal lain yang bisa menjadi solusi untuk mencapai target swasembada daging yakni perlunya dibuat peraturan daerah tentang pengendalian pemotongan ternak sapi betina produktif. Sehingga sapi betina ini bisa terus menghasilkan bibit-bibit.
Selain itu, sudah seharusnya Kotim memiliki lahan yang luas untuk tempat pembibitan hingga pembesaran sapi. Sebab, selama ini bantuan bibit sapi sifatnya masih sporadis.
“Akan lebih baik kalau di Kotim ada area sekitar 1.000 hektare yang dikelola perusda (perusahaan daerah). Ini bisa menjadi penyelesai masalah penanggulangan daging di Kotim,” jelas mantan Kepala Dinas Kehutanan Kotim itu.
Dalam area peternakan terpadu tersebut akan dibagi kawasan-kawasan pembibitan, pengembangbiakan hingga pembesaran. Jika hal tersebut terwujud, Kotim bisa memenuhi kebutuhan daging yang selama ini sangat bergantung pada suplai sapi dari daerah lain.
“Malah kalau dikelola dengan baik, ini akan menjadi sumber hayati dan Kotim bisa mengirim sapi ke luar daerah,” katanya.
Upaya DP3KP
Terpisah, Kepala DP3KP Kotim I Made Dikantara mengatakan pihaknya juga berupaya meningkatkan produksi sapi, seperti dengan memberikan bantuan bibit ternak sapi kepada kelompok peternak.
Diharapkan bantuan ini mampu mendorong pertumbuhan swasembada daging di daerah sekaligus memberi dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat petani lokal.
(B-11)


