RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Pembuang Hulu Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, dituding tidak maksimal memberikan pelayanan pengobatan bagi pasien yang menjadi peserta BJPS Kesehatan.
Tudingan itu menjadi viral di jejaring Facebook tepatnya di grup Persatuan Anak Seruyan, seperti yang disampaikan pemilik akun bernama Herry Fauzie.
Adapun tulisannya berbunyi, “Dengan adanya BPJS kesehatan, karyawan yang ikut peserta ketika berobat di RSUD Hanau menggunakan Kartu BPJS masih dikenakan biaya beli obat-obatan. Setiap berobat selalu alasan obat di apotek BPJS habis tidak ada stok. Jadi peserta BPJS sdh bayar, berobat pun masih membayar juga”.
Status itu memunculkan komentar beragam dari netizen yang tergabung.
Tudingan miring sejumlah netizen ternyata menarik perhatian salah seorang dokter spesialis yang bertugas di RSUD Kuala Pembuang.
“Kalau yang baik-baik komentar dikit, kalo menghujat komentar banyak,” ucap dr Irham di postingan itu.
Terkait persoalan itu, Direktur RSUD Hanau Riza Syahputra memberikan klarifikasinya
“Saya sudah hubungi bagian farmasi, apotik dan juga bagian pelayanan kesehatan untuk menanyakan langsung soal obat apa yang dimaksud. Tetapi obat yang dibutuhkan dan dianjurkan untuk dibeli itu, merupakan jenis obat yang berada di luar tanggungan BPJS,” kata Riza, Minggu (17/4/2016).
Riza menyampaikan, banyak obat yang tidak ditanggung BPJS. Artinya pihak pasien disarankan untuk membeli.
“Semua obat memang tidak seluruhnya ditanggung BPJS. Karena memang seperti itu sistemnya yang dibikin pemerintah. Pasien BPJS yang berobat, tetap akan kita layani,” tegas Riza.(B-11)


