DEDI Hermana, 33, ditemukan tewas terapung di sungai wilayah Kampung Beriwit, Kelurahan Beriwit, Kecamatan Murung, setelah tiga hari dilakukan pencarian, Minggu (17/4/2016) sekitar pukul 11.30 WIB.
Korban awalnya dinyatakan hilang pada Jumat (15/4/2016) lalu. Rekan korban bersama masyarakat membantu petugas kepolisian dan BPBD mencari korban.
Jasad Dedi ditemukan di bawah rumah lanting tak jauh dari lokasi korban pertama kali dinyatakan hilang.
Hairin, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, mengatakan jasad Dedi ditemukan setelah sejumlah rumah terapung digeser.
“Jasad korban ditemukan berjarak 20 meter sebelah hilir dari tempatnya dinyatakan hilang. Jasad Dedi ditemukan hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam tanpa baju,” kata Hairin.
Usai ditemukan jenazah Dedi langsung dibawa ke RSUD Puruk Cahu untuk divisum.
Sebagaimana yang disampaikan Kapolsek Murung, Iptu Riyanto. Visum dilakukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban.
Riyanto menjelaskan, Dedi dinyatakan hilang pada Jumat (15/4/2016) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, setelah keluar dari rumah terapung tempatnya menginap.
“Menurut keterangan sejumlah saksi, korban keluar ingin buang air kecil. Entah terpeleset atau apa, korban tidak kunjung kembali ke tempatnya menginap. Rekan korban pun melakukan pencarian,” jelas Riyanto.
Pencarian yang dilakukan rekan korban tidak membuahkan hasil. Mereka pun memberitahukan hilangnya korban ke warga sekitar hingga kepolisian.
Dedi merupakan pekerja pengantar serta penjaga kayu besar yang dihanyutkan (rakit).
Dedi beserta rekannya bermalam di rumah terapung yang berada di Kampung Beriwit, Kelurahan Beriwit Kecamatan Murung yang saat itu dalam perjalanan mengantar rakit kayu.(B-11)


