PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Irjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi kegiatan operasi pasar.

“Sebagai bahan masukan kepada seluruh kepala daerah, operasi pasar masih belum berdampak, tolong hal ini dievaluasi dimana letak permasalahannya,” ungkap Tomsi dalam keterangannya saat rakor bersama stakeholder terkait dan pemerintah daerah secara virtual, Selasa, 3 Oktober 2023.

Ia menyampaikan, dari 297 kabupaten/kota di Indonesia yang mengalami kenaikan harga beras, terdapat 178 Kabupaten/Kota mengalami kenaikan yang cukup signifikan terhadap kenaikan IPH di Kabupaten/Kota dengan kenaikan tertinggi.

Kemudian, harga di 297 Kabupaten/Kota atau 60 persen dari wilayah Indonesia juga terpantau tetap naik dari minggu ke minggu.

Dia meminta, kondisi itu harus dicari tau apa yang menjadi penyebabnya, mulai dari masalah volumenya ataupun malah penyebarannya sehingga belum berdampak.

--page

Sebagai informasi, rilis BPS Kalteng 2 Oktober 2023 menunjukan gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit mengalami inflasi sebesar 0,11 persen pada September 2023.

Inflasi ini memiliki Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,40. Dari 90 kota IHK, 73 kota mengalami inflasi, sedangkan 17 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,41 persen dengan IHK sebesar 121,63 dan deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,70 persen dengan IHK sebesar 119,96. (HERMAWAN DP/Y)