BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat. Kondisi ini menyebabkan kualitas udara mengalami penurunan hingga kategori sedang.
Kepala DLH Kobar, Fitriyana melalui Kabid Taman DLH, Jhob Goro menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan AQMS berupa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), hingga tanggal 4 Oktober 2023 pukul 14.00 WIB, mengalami naik-turun (fluktuatif) dalam kategori sedang hingga baik.
"Parameter udara yang cenderung mengalami peningkatan konsentrasinya adalah parameter PM10 dan HC, yang menyebabkan nilai ISPU menjadi kategori sedang," ujarnya, saat dikonfirmasi pada Rabu, 4 Oktober 2023.
Dia menuturkan, Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA) atau Air Quality Monitoring System (AQMS), yaitu perangkat yang terdiri atas peralatan pemantau kualitas udara ambien yang beroperasi secara terus-menerus dan datanya dapat dipantau secara langsung.
Hasil pemantauan AQMS berupa ISPU yaitu berupa angka yang menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu, didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya.
--page
Alat pemantau yang dimiliki Kabupaten Kotawaringin Barat dapat memantau kualitas udara parameter partikulat (PM10), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), dan hidrokarbon (HC).
Parameter PM10 adalah Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer) termasuk asap, debu, jelaga, garam, asam, dan logam. Parameter Hidrokarbon (HC) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H).
Dalam ISPU kategori Sedang, kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan. Setiap orang masih dapat beraktivitas di luar.
"Untuk kativitas diluar ruangan masiu boleh, namun bagi kelompok sensitive dihimbau untuk mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berat," tuturnya. (DANANG/Y)









