BORNEONEWS, Sukamara - Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukamara, BPBD Kabupaten Sukamara masih terkendala sarana dan prasarana yang membantu petugas di lapangan untuk memadamkan kebakaran.
Kepala BPBD Kabupaten Sukamara, Supandi mengatakan bahwa pihaknya tidak kekurangan personil dalam memadamkan api di lapangan, namun untuk sarana dan prasarana yang menunjang proses pemadaman masih sangat terbatas.
"Jumlah personil yang kita turunkan sekitar 25 orang. Jadi kita cuman kekurangan fasilitas sarana dan prasarana, termasuk mobil tangki, yang seharusnya diperlukan tiga tapi kita hanya mempunyai satu," kata Supandi saat diwawancara, Rabu, 4 Oktober 2023.
Menurut dia, meskipun terkendala sarana prasarana, namun pihaknya tetap melakukan pemadaman dengan maksimal meskipun dengan alat seadanya.
"Walaupun kami kekurangan sarana dan prasarana namun tidak mematahkan semangat kami dalam bekerja," ujarnya.
--page
Supandi menurutkan, saat ini ada beberapa daerah yang rawan terjadi kebakaran, dimana banyak kebakaran terjadi di perkebunan milik penduduk.
"Ada di daerah Desa Natai Sedawak, daerah Terantang, dan daerah Kelurahan Padang," terangnya.
Ditambahkannya, bahwa dari Januari sampai dengan 26 September 2023 jumlah hospot yang ditangani BPBP sebanyak 77 titik, dimana pemadaman dilakukam oleh TRC dibantu dengan personil tambahan dari TNI, Polri, KPHP Lamandu, Manggala Agni, BKSDA Kalteng, OF-UK, Damkar dan pihak lainnya. (NORHASANAH/J)









