BORNEONEWS, Palangka Raya - TNI memiliki strategi membantu pemerintah daerah dan polri dalam Pemilihan Umum (Pemilu), seperti pemetaan daerah rawan konflik yang berguna untuk membantu pemahaman, analisis, serta pengambilan keputusan untuk kelancaran pelaksanaan Pemilu.
Sesuai dengan MoU TNI dengan KPU RI pada tahun 2021 yang berlaku 5 tahun, TNI akan berperan mengangkut material Pemilu, surat suara, dan peralatan lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan pemilu dan memastikan Logistik Pemilu sampai ditujuan tepat waktu.
"Korem 102/Pjg akan mengoptimalkan peran Satkowil untuk memastikan Pemilu dapat diselenggarakan di TPS-TPS seluruh Provinisi Kalimantan Tengah," ucap Kasrem 102/Pjg Kolonel Inf Ulysses Sondang, S.IP.,M.Hum, saat menghadiri Rapat koordinasi lintas sektor pengamanan tahapan Pemilu Tahun 2024 di Wilayah Provinsi Kalteng, bertempat di Ballroom M-Bahalap Hotel Palangka Raya, Rabu, 4 Oktober 2023.
Dirinya juga menyampaikan bahwa, setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu memiliki potensi untuk menimbulkan konflik sosial, yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan menghambat pembangunan daerah.
Oleh karena itu, ia mengatakan penting untuk mengantisipasi dan mencegah konflik yang mungkin muncul pada setiap tahapan penting Pemilu. Dan pihaknya siap membantu pengamanan Pemilu dengan bersinergi stakholder terkait.
--page
"Kami TNI akan memaksimalkan perbantuan pengamanan Pemilu, untuk memastikan penyelenggaraan pemilihan umum 2024 dapat berlangsung dengan tertib, aman dan lancar," tutupnya. (MARINI/J)









