PEMBANGUNAN pem­ba­ngkit listrik tenaga­ uap (PLTU) 2x60 MW di Desa Bontoi, Kabu­pa­­­ten Pulang Pisau dalam wak­tu dekat akan beropera­si.


PLTU ini menjadi harapan ba­gi masyarakat untuk meng­a­du nasib dengan harapan bisa menyerap tenaga lokal.

Harapan ini disampaikan Ang­gota DPRD Pulang Pisau, Dwi Erlina.


Menurutnya keberadaan PLTU yang berdiri di lahan se­luas 3 hektare lebih ini bi­sa bermanfaat ganda bagi Pu­lang Pisau.

Tidak hanya memberikan tambahan daya listrik saja, na­mun juga pekerjaan un­tuk­ peningkatakan ekonomi war­ga.

Peluang kerja yang ada harus juga disesuaikan dengan kemampuan para pencari kerja lokal.


“Kalau ada pekerjaan ha­ri­an­ atau tenaga lainnya, war­ga kita di sini mungkin bi­sa mengisi. Begitu kalau ada lowongan dengan syarat pendidikan atau ketrampilan­ khusus kita harapkan kesempatan diberikan pada masya­rakat, di daerah kita juga su­dah banyak sarjana yang me­miliki kemampuan diber­ba­gai­ bidang,” terangnya.


Ia mengaku sudah meyam­paikan ke Dinsosnakertrans Pu­lang Pisau agar mau me­lakukan pendekatan yang in­tensif kepada perusahaan, ter­utama mengenai informa­si peluang kerja yang tersedia.


“Ini kita harapkan tidak menimbulkan kesenjangan. Dimana warga hanya menon­ton­ sementara yang bekerja justru pihak-pihak dari luar sana,” ujarnya.


Menurutnya tenaga di PLTU jika membutuhkan te­naga kerja yang memiliki ke­mampuan khusus bisa mem­berikan kesempatan juga bagi warga lokal yang memili­ki kemampuan yang sama un­tuk melakukan seleksi.


“Hal yang menjadi harapan banyak masyarakat kita, jika perusahaan punya kewajiban­ untuk menampung dan mem­berikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” kata­nya.


Kepala Dinsosnakertrans Pulang Pisau, Satria During me­ngatakan perusahaan pu­nya kewajiban untuk me­nam­pung dan memberikan ke­sempatan kerja bagi masya­rakat lokal.


Demikian juga untuk pene­rapan di lapangan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terkait tenaga kerja ini ter­masuk pada PLTU. (B-6)