PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kualitas udara di Kota Palangka Raya semakin memburuk, ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukan peningkatan partikel.

Data ISPU menunjukan kadar PM 2.5 atau partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µm (mikrometer) mencapai angka 384. Angka ini meningkat dari hari kemarin yang masih berada dibawah angka 350.

“Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat,” sebut KemenLHK dalam laman ISPUnet update 12.00 WIB, Kamis, 5 Oktober 2023.

Sedangkan data lain, PM10 berada pada angka 229 dan karbon monoksida (CO) diangka 155, Hidrokarbon (HC) diangka 168.

Kemudian, Nitrogen dioksida (NO2) terpantau 59, Ozon (O3) berada diangka 6 dan Sulfur dioksida (SO2) berada di posisi 42. Sementara itu, kelembaban diangka 74 persen dan suhu berada pada posisi 32 derajat celcius.

Sebagai informasi, indikator ISPU akan menampilkan kondisi baik jika kadar PM 2.5 berada pada angka 0-50, kemudian kondisi udara sedang berada pada angka 51-100.

--page

Udara muai dalam kategori tidak sehat saat PM 2.5 menyentuh angka 101-200, dan naik menjadi tidak sehat saat diangka 201-300, sedangkan jika sudah melebihi 300 akan masuk dalam kategori berbahaya. (HERMAWAN DP/R)