BORNEONEWS, Sampit - Seorang pria bernama Amet yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia disebuah rumah di Jalan Baamang I, telah selesai divisum di RSUD dr Murjani Sampit.
Kepala Instalasi Kamar Jenazah Fidel Kastro mengatakan, bahwa dari hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan di korban sehingga disebut bahwa korban meninggal dunia karena sakit.
"Tidak ada tanda kekerasan, setelah divisum langsung dibawa pihak keluarga pulang ke rumah duka untuk dimakamkan," kata Kastro, Kamis, 5 Oktober 2023.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Baamang Iptu Frederick Liano menerima informasi dari pihak keluarga bahwa korban sempat mengeluh sakit sebelum ditemukan meninggal dunia seorang diri di rumah korban.
"Dari pengakuan pihak keluarga memang korban sempat mengeluh sakit beberapa warga yang bertemu korban ini pun bilang korban ini mengeluh sakit," katanya.
Penemuan korban yang tewas seorang diri itu diketahui bernama Slamet Putra atau sering dipanggil Amet Pembakal oleh teman dan kerabatnya sempat membuat geger warga setempat.
Menurut Ketua RT setempat bernama Joko Susanto bahwa korban terlihat terakhir kali pada hari Minggu sore pekan lalu. Dan masih berbincang dengan warga sekitar rumah korban.
"Iya, sebelumnya dia ini ada duduk dengan warga yang berjualan di dekat rumahnya, pada hari Minggu kemarin," ucap Joko.
Sebelumnya, Seorang pria bernama Amet ditemukan tidak bernyawa di dalam kamarnya yang berada di Jalan Jalan Baamang 1, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, Selasa 3 Oktober 2023.
--page
Pria yang diketahui bekerja sebagai pelangsir di salah satu SPBU di Sampit tersebut pertama kali ditemukan oleh anaknya yang saat itu hendak mendatangi sang ayah.
Saat itu anak korban memanggil sang ayah namun tidak ada jawaban dan rumah tersebut dalam keadaan terkunci. Merasa tidak ada jawaban lalu anak korban berinisiatif untuk membuka pintu yang berada di samping rumah korban. (BUDDI RAHMAT H/R)









