PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menggangu produktivitas tanaman petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Provinsi Kalteng) Sunarti mengatakan kabut asap berdampak besar terutama pada tanaman hortikultura.

Tebalnya kabut asap sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Sebab kabut menutupi cahaya matahari sehingga dikhawatirkan hasil panen menjadi tidak maksimal.

"Asap berdampak begitu besar kepada petani di Kalteng, dan sejumlah wilayah yang dilanda kebakaran. Buah-buahan pada tanaman hortikultura serta hasil tanaman pangan, terganggu karena asap kan fotosintesisnya menggangu tanaman," ucapnya, Kamis, 5 Oktober 2023.

Ia mengutarakan, tanaman bergantung pada sinar matahari untuk melakukan fotosintesis, pengurangan cahaya berpotensi merugikan produktivitas tanaman. Hal inilah yang disayangkannya apabila kabut asap melanda.

Pada saat ini ia mengatakan bahwa, petani sedang melaksanakan musim tanam dan tentu membutuhkan intensitas cahaya matahari dan fotosentesis yang cukup. Dirinya berharap semoga saja kondisi kabut asap ini segera mereda dan segera turun hujan. 

--page

"Masih belum turun hujan tentu akan berdampak kepada para petani yang membutuhkan air. Mudah-mudahan cuaca kita segera turun hujan dan kabut asap mereda," harapnya. (MARINI/J)