PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sumber air menjadi kendala lapangan pada saat status tanggap darurat Karhutla Kalteng. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng Ahmad Toyip. 

Sumber air ini kerap menjadi kendala di lapangan, dengan keadaan mengalami kekeringan akibat dampak el nino yang membuat jarang terjadi hujan. 

"Tentu hal ini menjadi kendala dilapangan. Adapun cara mengatasinya dengan membuat sumur bor darurat di area yang mengalami masalah sumber air," ucapnya, Kamis, 5 Oktober 2023.

Ia menyampaikan, untuk sumur bor di Tanjung Taruna, Tumbang Nusa memang ada sumur bor.

"Sehingga, perintah pak Wamen kemaren saat datang ke sini memerintahkan kabupaten/kota membuat sumur bor darurat," katanya.

--page

Dirinya juga menambahkan, sumur bor darurat ini bisa digunakan untuk pemadaman api Karhutla. Dan pihaknya menerima bantuan 25 unit mesin sedot beserta beberapa selang, berguna untuk pemadaman api yang terkendala terisolasi sumber air. 

Sebagaimana diketahui, status tanggap darurat Kalteng dimulai dari tanggal 6-15 Oktober 2023, telah disetujui oleh Pemerintah Provinsi Kalteng selama 10 hari.(MARINI/H)