BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Unit Promosi Kesehatan (Promkes) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas memberikan edukasi seputar kesehatan mata melalui RSPD.
Sebagai narasumber yakni dr. Erny Indrawati bersama Koordinator Unit Promkes RSUD Kapuas, Popo Subroto yang mengulas dan mentangkat tema tentang cintai mata anda di tempat kerja dalam rangka hari penglihatan sedunia di bulan Oktober 2023.
dr Erny mengatakan gangguan kesehatan mata yang sering terjadi di tempat kerja di antaranya akibat terlalu lama di depan layar monitor komputer biasanya adalah gangguan refraksi (mata minus dan silinder) serta mata kering.
"Ketika terlalu lama menatap layar monitor komputer, mata akan terasa pedih, hal ini disebabkan karena layar monitor dapat mengeluarkan sinar biru yang membuat mata mudah lelah bahkan merah, serta membuat mata menjadi kering yang dikarenakan kurangnya mengedipkan mata. Mengedipkan mata berfungsi untuk membasahi lapisan kornea mata," katanya.
Penyakit mata kering ini biasa disebut Sindrom Mata Kering atau disebut juga Konjungtivitis sicca. Tanda-tanda mata kering adalah mata merah, mata terasa panas, mata seperti berpasir dan kering, mata berair (sebagai respon tubuh terhadap iritasi pada mata kering), sensitif terhadap sinar matahari atau cahaya terang (fotofobia), penglihatan buram, mata terasa lelah.
"Hal yang terjadi bila penyakit mata kering ini tidak diobati dengan baik selaput kornea (selaput bening mata) akan mudah terluka, yang bila dibiarkan bisa infeksi dan bila infeksi di kornea mata itu dalam maka dapat menyebabkan kebutaan," tuturnya.
Cara mengatasi penyakit mata kering, antara lain lebih sering berkedip, kompres hangat pada kelopak mata, dapat dilakukan 3-4 kali sehari, selama 3 menit setiap kali mengkompres.
Kemudian, sering mengistirahatkan mata dimana setiap 20 menit menatap layar komputer usahakan memejamkan mata atau melihat jauh selama 20 detik, sering melihat jauh, kira-kira 6 meter, terutama melihat warna-warna hijau.
Hindari lingkungan yang berasap, hindari paparan AC secara langsung, jaga kelembaban ruangan, konsumsi makanan yang mengandung Omega-3, misalnya ikan laut, kacang-kacangan, sayur, telur, produk susu, Pemberian obat tetes mata air mata buatan (Artificial Tears), yang dapat diberikan 4 kali dalam sehari.
--page
Selain penyakit mata kering, penyakit mata lainnya yang sering dialami pekerja kantoran adalah gangguan refraksi, yaitu mata minus (rabun jauh) dan silindris. Penyakit ini dapat terjadi bila terlalu lama menatap layar monitor, dimana jarak monitor dengan mata terlalu dekat, serta tidak lurus dengan mata, dan pencahayaan lingkungan yang buruk.
"Adapun cara mengatasi gangguan refraksi tersebut adalah mengatur posisi layar monitor. Jarak optimal antara mata dan layar monitor adalah 55-60 cm, mengatur pencahayaan di lingkungan kerja, mengisirahatkan mata, dan mengoreksi dengan pemakaian kacamata," jelasnya.
Sedangkan, untuk karyawan di lapangan (di luar kantor) penyakit yang sering dialami karyawan yang kerjanya diluar lingkungan kantor biasanya adalah Cedera Mata. Cedera mata di tempat kerja dapat menyebabkan kerugian yang tidak hanya dialami oleh perusahaan tetapi juga oleh pekerja sendiri.
Penyebab utama cedera mata di tempat kerja yang sering adalah serpihan logam atau kaca yang beterbangan, serutan kayu, bahan kimia, perkakas yang jatuh. (DODI/R)








