PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kurang lebih tiga ribu orang warga Palangka Raya menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) serta diare akibat kabut asap yang berasal dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Dengan banyak kejadian Karhutla sampai Kamis, 5 Oktober 2023 sebanyak 485 kejadian, dengan luas 673,56 hektare.

Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu menyampaikan bahwa laporan ISPA tersebut, telah disampaikannya kepada Gubernur Kalimantan Tengah saat rapat koordinasi Karhutla, diselenggarakan di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 5 Oktober 2023.

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya meliburkan anak-anak sekolah dan dilaksanakan proses belajar mengajar secara daring. Keseriusan Pemko Palangka Raya tersebut dalam menangani dampak Karhutla, Hera juga menyampaikan akan meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan untuk warganya.

"Kurang lebih tiga ribu orang terdampak ISPA dan diare, akibat dari kabut asap ini. Tentunya, kami akan merencanakan membangun posko-posko kesehatan atau rumah singgah bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan," lapornya.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa setelah penetapan status tanggap darurat Karhutla akan melakukan penanganan ekstra dari semua lintas sektor untuk pemadaman lokasi titik api, meningkatkan pelayanan kesehatan, memperhatikan sarana prasarana vital untuk Karhutla.

--page

"Dampak Karhutla ini menjadi perhatian yang serius bagi kami. Karena tidak hanya merusak lingkungan namun juga membawa pengaruh bagi kesehatan masyarakat kami," tandasnya. (MARINI/R)