BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada awal pendaftaran Grant Riset Sawit bulan Februari 2023 lalu terdapat 779 proposal yang diterima oleh BPDPKS. Dari jumlah tersebut terdapat 62 proposal yang lolos seleksi substansi oleh Komite Litbang BPDPKS, hingga pada tahap akhir terpilih 26 proposal yang akan didanai. Dari antara 26 proposal itu ternyata ada 19 Invensi lagi yang dianggap potensial untuk ditindaklanjuti.
"Melalui kerja sama dengan Asosiasi Inventor Indonesia atau AII sejak tahun 2021, terdapat 19 invensi atau ide investor yang potensial untuk ditindaklanjuti secara mendalam termasuk technology readiness level atau TRL-nya," kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman pada Jumat, 6 Oktober 2023.
Upaya komersialisasi juga menurut Eddy akan didukung oleh BPDPKS untuk meningkatkan nilai tingkat kesiapan teknologi atau TKT dari penelitian-penelitian terdahulu.
"Melalui kerja sama AII ini juga telah dihasilkan 7 letter of intent atau surat minat dari industri/investor, yaitu Biosilika, Furfural, Lemak kalsium, mesin grading TBS, Foaming Agent, bioplastic dan Emulsifier MDAG," terangnya lagi.
BPDPKS, lanjut Eddy, berharap hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh Industri kelapa sawit, pemerintah dan masyarakat.
--page
"Baik sebagai acuan dalam pelaksanaan pengembangan industri kelapa sawit dan produk-produk tertentu serta untuk pengambilan kebijakan untuk keberlanjutan industri sawit yang lebih baik," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/J)









