PENEMUAN uang palsu oleh Desi, pemilik konter pulsa di Jalan Reginal, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Sukamara, membuat masyarakat Kabupaten Sukamara mulai khawatir.
Pasalnya, bentuk uang palsu yang diperoleh Desi sangat mirip dengan uang asli. Sehingga warga rawan terkecoh.
Desi kepada wartawan menuturkan, dirinya menerima uang palsu itu dari salah seorang pelanggan yang ingin membeli pulsa pada Kamis (14/4/2016). “Uang palsunya bernominal Rp20 ribu saja, cuma jika beredar banyak kan menghawatirkan,” kata dia, Minggu (17/4/2016).
Ia menceritakan, saat menerima uang palsu itu dirinya merasakan ada kejanggalan. Sebab uang itu sedikit lemah seperti kertas buku. Sedangkan tekstur uang asli agak keras.
Merasa aneh dengan uang tersebut, Desi lalu menerawang dan merabanya. Ia juga memeriksa setiap detail gambar uang tersebut.
“Uangnya diperiksa. Saat diterawang gambar yang ada di tengah terlihat, tetapi gambar dari uang palsu itu sedikit buram,” ujarnya.
Karena masih merasa ragu, ia lantas membandingan uang palsu itu dengan duit asli. Setelah disandingkan ternyata uang asli dan duit palsu tersebut memiliki ukuran berbeda. Ukuran uang palsu lebih kecil.
“Jadi uangnya saya kembalikan kepemiliknya karena palsu,” sebut Desi.
Dalam kesempatan itu, Desi mengingatkan kepada warga, terutama pedagang, untuk selalu memeriksa uang yang diterima dari pembeli. Sebab tidak menutup kemungkinan mereka akan tertipu. Pasalnya, bentuk uang palsu tersebut sangat mirip dengan uang asli.
“Jadi sebelum diterima harus diperiksa karena uangnya memang sangat mirip” tuturnya.
Selain Desi, pemilik toko sembako di Jalan Reginal yakni Nita, juga mengaku sempat menerima uang palsu dari salah seorang penjual ikan keliling yang mampir membeli keperluan.
“Karena itu masih pagi dan belum banyak yang berbelanja jadi kita tahu uang itu dari mana. Sayangnya saya tidak melakukan pemeriksaan jadi uang palsunya saya terima,” ujar Nita.
Dengan kejadian itu, dia mengaku akan lebih berhati-hati setiap menerima uang dari pembeli. (MG13/B-3)


