Pebalap Formula One (F1) muda Indonesia Rio Haryanto mengeluhkan kondisi mobil MRT05 tunggangannya kurang cepat. Pasalnya, ia kecewa hanya mampu finis di posisi ke-21 dari 22 pebalap.
Padahal, Rio digadang-gadang mampu berbuat banyak di International Shanghai Circuit, karena sudah terbiasa membalap di lintasan tersebut. Namun faktanya, Rio justru start di posisi ke-20 dan finis di posisi ke-21.
Pebalap akhir yang menyentuh garis finis adalah pebalap tim Renault, Joylon Palmer. Sementara rekan Rio, Pascal Wehrlein, finis di posisi 18.
Rio menuntaskan perlombaan dalam 56 putaran sejauh 305,066 km dengan tiga kali masuk pit stop.
“Di awal balapan kami masih bersaing dengan Sauber dan juga Haas. Tapi menjelang akhir balapan kami memang sedikit kalah kencang,” keluh Rio seusai GP China di Sirkuit Shanghai, Minggu (17/4/2016).
“Mobil kami oke. Tapi saya pikir, pada event ini dan saat ini, tempat untuk mobil kami ya memang di posisi 18,” timpal Wehrlein, seperti tertuang dalam pernyataan resmi Manor.
“Semua memang bisa finis. Tapi kami harus membuat sebuah langkah maju untuk membuat perubahan besar di balapan-balapan selanjutnya,” sambung pebalap asal Jerman itu.
Pada balapan GP Shanghai ini, Nico Rosberg kembali menyabet podium utama. Sebelumnya di GP Bahrain, ia juga mencatatkan diri sebagai yang tercepat di lintasan. (B-12)








