BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Razia narkoba gabungan dari Polres Kobar, TNI AD, TNI AU, Satpol PP, Brimob, BNN Kobar, dan Dinkes Kobar terhadap 498 narapidana di Lapas Kelas II B Pangkalan Bun, Senin (18/4/2016) tak membuahkan hasil. Tak ada satupun barang bukti narkotika ditemukan di dalam ruang tahanan. 


Bahkan dalam pemeriksaan tes urin terhadap kamar tahanan nomor 10 di Blok Marapidana Umum yang dijadikan Target Operasi (TO) oleh pihak kepolisian yang dilakukan oleh petugas dari BNN dan Dinkes Kobar, tak satupun yang ditemukan positif menggunakan narkoba.


Namun dari seluruh jumlah ruang tahanan, hanya satu sel tahanan di blok Tahanan Pidana Umum yang dilakukan pemeriksaan urin. Sementara di Blok A ruang tahanan narkoba dan blok lainnya tak dilakukan pemeriksaan urin. Diduga razia ini bocor seminggu sebelum pelaksanaan.


"Pihak kepolisian sudah berkordinasi dengan kami untuk melakukan razia ke seluruh ruang tahanan," ungkap Kepala Lapas Kelas II B Pangkalan Bun Didik Heru Sukoco usai penggeledahan narkoba di dalam lapas, Senin (18/4/2016) siang ini.


Didik membantah jika dugaan razia ini sebelumnya sudah dibocorkan pihak tak bertanggung jawab. Namun ia membenarkan, jika pekan lalu sudah dilakukan rapat kordinasi dengan berbagai jajaran dari kepolisian, BNN, TNI dan Pemkab Kobar. 


"Kalau rapat ya sudah dilakukan minggu lalu, tapi kan dari Polres tidak menentukan kapan hari pelaksanaannya," bantah Didik.


Namun seorang narapidana di Blok A Narkoba sempat mengatakan jika ia sudah mengetahui jika hari ini akan ada razia narkoba ke dalam lapas.


Namun lagi-lagi, Didik membantahnya. Bahkan ia menerangkan, petugas sipir pun tak ada yang diberi bocoran satu pun. "Tidak itu, petugas kami pun baru tahu tadi pagi," ujar dia.


Di tempat yang sama, Wakapolres Kobar, Kompol Joan mengatakan, razia ini dalam rangka Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Operasi Bersinar). Sasaran kali ini razia di dalam lapas, sebab sebagian besar peredaran barang haram ini dikendalikan dari dalam sel tahanan. 


"Peredaran narkoba ini sebagian dikendalikan dari dalam lapas. Operasi ini akan dilakukan sampai besok," katanya.


Dalam razia tersebut, polisi hanya menyita barang-barang yang dilarang dimiliki para tahanan seperti, gunting, silet, korek api. (CECEP HERDI/m)