BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama aparat TNI/Polri meningkatkan kewaspadaan antisipasi terulangnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang cukup parah seperti yang terjadi pada 2015.
“Presiden langsung menginstruksikan kepada kepala daerah untuk antisipasi Karhutla sejak dini,” kata Bupati Kotim Supian Hadi, Senin (18/4/2016).
Supian Hadi mengatakan, instruksi Presiden RI Joko Widodo langsung disampaikan kepada semua kepala daerah saat rapat koordinasi presiden dengan semua kepala daerah di Istana Negara Jakarta, baru-baru ini.
Instruksi itu tidak hanya kepada pemerintah daerah saja, tetapi juga kepada aparat TNI/Polri selaku penegak hokum agar menindak langsung oknum pembakar lahan.
“Bahkan presiden mengancam akan mencopot Kapolres dan Dandim jika terjadi kebakaran lahan disalah satu daerah. Kalau ada warga yang membakar langsung saja tangkap dan tindak sesuai hukum yang berlaku,” katanya menjelaskan.
Pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan membutuhkan kepedulian semua pihak. Upaya pencegahan harus lebih dimaksimalkan agar kebakaran lahan parah tidak sampai terjadi.
“Dana desa sekarang kan besar, itu bisa digunakan untuk pembelian peralatan pemadam kebakaran, jadi tidak perlu menunggu bantuan pemerintah kabupaten,” ujar bupati dua periode itu.
Dia meminta masyarakat untuk tidak membakar lahan. Selain merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan, membakar lahan juga akan berdampak pada konsekuensi hukum yang akan diterima pelakunya.
Kebakaran dan kabut asap parah yang terjadi saat kemarau tahun lalu, menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah. Pemerintah kecamatan pun kini gencar melakukan pencegahan, di antaranya dengan menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan.
“Kami rutin melakukan sosialisasi baik di tingkat kecamatan dan desa, termasuk ke perusahaa-perusahaan perkebunan agar mereka mempersiapkan alat pemadam kebakaran. Jadi kalau terjadi kebakaran mereka bias langsung memadamkan tidak hanya mengharapkan bantuan pemerintah saja,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotim, Sutoyo. (RAFIUDIN/m)


