BORNEONEWS, Nanga Bulik - Di Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Lamandau saat ini marak sumbangan denganmodus memperbaiki jalan rusak. Sumbangan model ini bisa ditemukan pada sejumlah titik di sekitar simpang sepaku, Desa Kujan hingga arah simpang runtu.
Dari kejauhan, pengendara akan menyangka ada perbaikan jalan. Sebab, mereka sengaja melambaikan tangan agar pengendara mengurangi kecepatan. Saat kendaraan mendekat, mereka mengasongkan jaring ikan kecil atau wadah lain agar pengendara melemparkan uang.
Hal semacam ini tentu berpotensi menimbulkan kecelakaan jika pengendara kurang mawas dalam berkendara, pun demikian tentu juga menganggu perjalanan pengendara.
“Sangat mengganggu, mereka sering mondar-mandir membawa angkong (alat sorong) ke tengah jalan,” ungkap salah satu pengendara, Rahmat, Sabtu, 7 Oktober 2023.
Di satu sisi, keberadaan mereka cukup membantu karena jalan yang rusak akibat seringnya kendaraan over load melintas jalur tersebut. Namun, di lain sisi, ia mengaku risih karena mereka tak segan meminta-minta hingga ke tengah jalan.
--page
“Kadang yang minta-minta sampai ke tengah jalan, cukup mengganggu,” keluhnya.
Dengan kondisi tersebut, Rahmat berharap instansi terkait menertibkan. Ia juga berharap pemerintah menganggarkan perbaikan jalan Trans Kalimantan. Pasalnya, rusaknya jalan seringkali menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
“Setiap tahun memang selalu ada perbaikan, tapi proyeknya tidak pernah tuntas. Hanya titik-titik tertentu yang mendapat perbaikan, namun lebih banyak spot yang dibiarkan rusak,” ucapnya.
Terpisah, salah satu warga lain, Ardansyah meminta pihak berwajib tegas menindak kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas, tanpa pandang bulu. Tak hanya itu, tindakannya juga mesti jelas dan tegas, sehingga mereka jera.
“Kalau perlu, bagi pengendara yang tidak kapok ditilang, truknya dikandangkan. Apalagi yang sudah beberapa kali melakukan pelanggaran,” tandasnya.
(HENDI NURFALAH/Y)









