BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati menyatakan keprihatinannya terhadap peristiwa yang terjadi di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan.
Di mana di desa tersebut terjadi konflik antara masyarakat dan PT Hamparan Massawit Bangun Persada (HMBP) hingga ada di antara masyarakat yang menuntut haknya meninggal dunia akibat bentrok dengan pihak kepolisian.
"Kita tentu merasa prihatin dan sedih atas apa yang terjadi di Desa Bangkal apalagi harus ada nyawa yang melayang," kata Kuwu melalui sambungan pesan singkat WA, Minggu, 8 Oktober 2023.
Menurut Kuwu, konflik itu seharusnya tidak terjadi, sebab sesuai dengan rohnya keberadaan investasi disuatu daerah antara masyarakat dan perusahaan itu saling menguntungkan bukan malah sebaliknya.
"Jika sedari awal semua taat aturan dan hak masyarakat diberikan maka konflik seperti ini tidak terjadi, karena memang roh dari investasi itu saling mendapat keuntungan bukan malah saling berbenturan," jelasnya.
--page
Terlepas dari itu, Kuwu pun menawarkan menyediakan pengacara gratis untuk memperjuangkan hak warga Desa Bangkal. Bantuan ini guna untuk memperkuat dasar hukum dari perjuangan masyarakat setempat yang menuntut hak plasma dari PT HMBP.
"Jika tanpa adanya bantuan hukum maka masyarakat akan sulit memperjuangkan gak mereka, jadi saya menawarkan dan siap menyediakan pengacara untuk masyarakat, gratis tanpa dipungut biaya sedikitpun apabila memang diperlukan," tandasnya. (DONNY D/J)









