SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tanaman hortikultura di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak terdampak kemarau.

"Untuk tanaman hortikultura mereka (petani) tetap menanam. Khusunya pada lokasi-lokasi yang memiliki fasilitas yang sudah diberikan oleh pemerintah baik air dalam, embung maupun pompa air," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotawaringin Timur Sepnita, Minggu, 8 Oktober 2023.

Kata dia, tanaman hortikultura biasanya terdampak saat musim penghujan. Karena banjir datang tiba-tiba dan tidak bisa diantisipasi.

"Tanaman hortikultura paling banyak di wilayah Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan dan Kota Besi," ujarnya.

Berdasarkan data laporan serangan per OPT dan pengendaliannya serta kebakaran lahan pada tanaman hortikultura tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, hanya sebanyak 2 hektar tanaman gagal panen.

Secara rinci data tersebut mencakup jenis tanaman sayuran dan buah-buahan. Total keseluruhan 115,8 hektare tanaman terkena serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), luas panen 7.104,2 hektare, gagal panen 2 hektare dan tidak ada kebakaran lahan tanaman hortikultura. (DEWI PATMALASARI/R)