PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Angka pravelensi stunting di Kalteng pada tahun 2022 lalu yakni sebesar 26,29 persen turun 0,5 persen dibandingkan tahun 2021 yaitu sebesar 27,4 persen dan secara nasional menduduki peringkat 11 tertinggi di Indonesia.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran mengatakan melihat pravelensi stunting yang masih tinggi itu maka pemda baik provinsi maupun kabupaten dan kota akan memperhatikan dengan serius persoalan stunting yang terjadi di Kalteng ini.

"Pastinya pemprov bersama kabupaten dan kota menjadikan sebagai perhatian serius untuk menekan angka stunting di Kalteng. Kita menargetkan pada tahun 2024 mendatang angka stunting turun hingga 15,38 persen," ujarnya, Minggu, 8 Oktober 2023.

Namun, agar target itu dapat tercapai maka diperlukan upaya dan kerja keras seluruh stakeholder baik pemerintah maupun instansi vertikal terutama dalam mengimplementasikan 5 pilar stategis nasional (Stranas).

Strategi yang dilakukan harus tepat sasaran yang mencakup pencegahan kelahiran anak stunting hingga pemberian intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.

Selain itu, sebagai mitra stategis pemerintah tim penggerak PKK harus tetap terus menggencarkan program penurunan stunting di Kalteng seperti yang telah dijalankan selama ini melalui pola kemitraan dengan berbagai pihak, diantaranya yakni program orang tua asuh.

"Upaya-upaya ini harus didorong lebih kuat lagi dengan menyediakan anggaran yang memadai baik pemprov maupun pemkab atau pemkot agar program penurunan stunting dapat dilakukan percepatan dengan berbagai strategi yang akurat," tandasnya. (DONNY D/r)