PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dampak polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah telah mempengaruhi kesehatan masyarakat, dengan kabut asap menyebabkan masalah pernapasan dan iritasi mata, hidung, tenggorokan, serta reaksi alergi.

Menyikapi situasi ini, Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng telah mengambil inisiatif mulia dengan mengadakan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada masyarakat yang terdampak polusi asap karhutla.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di area Car Free Day (CFD) Kota Palangka Raya, dimana masyarakat pengguna CFD menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di stan pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. 

Titik Nurcahyani Ketua Tim Kesehatan Mobile (Kesmob) mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Polda Kalteng terhadap masyarakat yang mengalami dampak kesehatan akibat polusi udara akibat asap karhutla.

"Kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) semakin meningkat dalam masyarakat akibat memburuknya polusi udara asap karhutla. Oleh karena itu, kami akan secara rutin menyediakan layanan kesehatan ini secara gratis sebagai upaya membantu kesehatan masyarakat," katanya, Minggu 8 Oktober 2023.

Masyarakat yang datang untuk berobat ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya kebanyakan mengeluhkan gejala ISPA, seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Namun, juga ada yang mengalami masalah kesehatan lain seperti asma dan masalah mata. 

"Tim kesehatan Rumkit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya memberikan obat sesuai dengan keluhan pasien tanpa biaya tambahan," pungkasnya. (PATHUR/R)